Pelajar dan Guru di Busel Belum Semua Divaksin

42

 

Para pelajar SMA di Kabupaten Busel saat mengikuti vaksinasi di sekolah. Foto : Dok Dinkes Busel.

 

BATAUGA- Kebijakan vaksinasi pelajar dan tenaga pengajar sebagai syarat utama proses pembelajaran tatap muka belum sepenuhnya terlaksana di Kabupaten Buton Selatan. Hhingga saat ini para pelajar SMP se-Kabupaten Busel belum semua tersentuh anti body dalam menekan angka penyebaran virus corona.

Tak hanya para pelajar,  para tenaga pengajar yang merupakan panutan bagi para peserta didikpun belum semua divaksin.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Busel akan menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Busel, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Sultra, TNI dan Polri untuk menuntaskan persoalan vaksinasi pelajar dan tenaga pengajar di Bumi Beradat itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Busel, Laode Budiman melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Bakry Abdullah menuturkan dalam proses belajar mengajar ditengah mewabahnya covid-19 tersebut tentu para pelajar dan tenaga pengajar harus sepenuhnya memiliki anti body.

Dimana, anti body tersebut berfungsi sebagai penangkal virus agar proses penyebarannya dapat terkontrol bahkan teratasi.

“Saat ini kita masih terkendala dalam pemberian vaksin bagi pelajar dan tenaga guru kita disekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Busel khususnya SMP dan sebagaian pelajar SMA. Jadi untuk menentukan langkah yang akan diambil maka kita akan gelar rapat koordinasi yang dimungkinkan akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” tuturnya.

Kata dia, dari data pelajar yang dihimpun pihaknya tercatat sedikitnya 10.544 siswa yang harus mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Namun demikian, jumlah tersebut dipastikan dapat bertambah dikarenakan pihak Kementrian Agama Kabupaten Busel yang menaungi sekolah MAN dan MTsN belum juga mengajukan data siswanya.

“Kalau pelajar setingkat SMA kita baru saja melakukan vaksinasi bagi 1.200 siswa. Jadi masih banyak siswa yang belum tervaksin apalagi mencapai target 70 persen untuk membentuk kekebalan kelompok untuk menjawab penekanan penyebaran virus Corona di Kabupaten Busel ini,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Busel, La Makiki menjelaskan meski terdapat edaran yang mewajibkan peserta proses belajar mengajar harus terlebih dahulu divaksin namun demikian pihaknya mengembalikan kepada orang tua siswa. Pasalnya, persetujuan orang tua siswa sangat dibutuhkan apabila anak tersebut diberikan suntikan anti body.

“Kalau masalah jadwal vaksinasi peserta didik itu kami sepenuhnya menyerahkan di instansi teknis yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Busel. Karena dengan jumlah siswa yang mencapai 5.150 pejalar tingkat SMP yang harus divaksin itu harus disesuaikan dengan kesiapan vaksin dan tenaga medisnya,” jelasnya

Dia menambahkan, meski para peserta didik belum tervaksin, namun demikian berbanding terbalik dengan tenaga pengajar yang ada. Betapa tidak, hingga saat ini pihaknya telah mencatat persentase capaian vaksin bagi tenaga pengajar di Busel mencapai 90 persen.

“90 persen dari 852 tenaga guru PNS dan 977 tenaga non PNS itu karena masih ada tenaga pengajar kita yang tidak lolos screening saat divaksin. Tapi kita sudah minta agar para tenaga pengajar itu harus vaksin agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona di sekolah,” jelasnya

Dalam menjalankan proses pembelajaran disekolah, pihaknya telah mengeluarkan himbauan agar dapat menetapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Dimana, para pelajar sebelum memasuki ruangan pembelajaran terlebih dahulu mencuci tangan dan wajib memakai masker bahkan menjaga jarak. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.