Pemilik PT AKP Ivy Djaya Susantyo Mangkir Lagi, KEJARI: Jika Tidak Datang, Kami Lakukan Upaya Paksa

504
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kendari Nanang Ibrahim

Rakyatsultra.com, KENDARI –– Untuk kedua kalinya, terpidana Ivy Djaya Susantyo alias Tyo tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Melalui Kejaksaan Negeri Kendari, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kendari Nanang Ibrahim memastikan telah melayangkan surat pemanggilan ketiga terhadap terpidana Ivy. Surat panggilan ini dilayangkan melalui Kejaksaan Negeri Kendari dengan dasar Petikan putusan tersebut berisi tentang amar putusan majelis kasasi Mahkamah Agung Nomor 378 K/Pid/2021, Pasal 226 KUHAP junto Pasal 257 KUHAP.

Petikan putusan tersebut berisi tentang amar putusan majelis kasasi Mahkamah Agung (MA) yang telah memutuskan hukuman selama 1 tahun penjara kepada Ivy Djaya Susantyo, yakni Pemilik PT Adhi Kartiko Pratama (AKP). Tak hanya itu, MA juga membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kendari yang sebelumnya bernomor : 418/pid-B/PN Kendari/2020 tanggal 22 Desember 2020.

Nanang, mengatakan surat pemanggilan itu dilayangkan lantaran pada panggilan pertama dan kedua, terpidana Ivy Djaya Susantyo tidak memenuhi panggilan eksekusi

Berita terkait

“Kita tetap akan melaksanakan eksekusi sesuai putusan Mahkamah Agung yang merupakan putusan hukum tetap,Pemanggilan ketiga ini sama, yakni melakukan eksekusi terhadap terpidana ” tegas Nanang.

Adapun panggilan Senin 20 September 2021 kemarin, merupakan pemanggilan yang ketiga terhadap Ivy Djaya Susantyo dalam kapasitasnya sebagai terpidana . Menurut nanang pemanggilan kedua Ivy Djaya Susantyo telah dilakukan pada 6 September 2021. Jika terpidana Ivy Djaya suantyo masih mangkir maka penyidik bisa melakukan upaya paksa.

” Kami beri waktu hingga 27 September 2021 mendatang, Upaya panggil paksa menjadi jalan terakhir jika Ivy Djaya Susantyo tetap mangkir dari panggilan kejaksaan,”. katanya
Menurutnya, bagi setiap perkara yang sudah mempunyai putusan hukum tetap, jaksa tetap akan melakukan eksekusi. Misalnya terhadap Ivy Djaya Susantyo , “Terhadap orang-orang yang sudah ditetapkan dan sudah mempunyai putusan hukum tetap, suka tidak suka kita tetap lakukan eksekusi. Itu amanat undang-undang,” tegasnya.
Sebelumnya As Intel Kejati Sultra Noer Hadi, SH.,MH, kepada wartawan Rakyatsultra.com mengungkapkan pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana Satu tahun penjara terhadap Ivy Djaya Susantyo alias Ivy alias Tyo segera dilakukan, “Pak Kajati sudah perintahkan Kajari Kendari untuk segera laksanakan putusan MA RI setelah revisi,“ ujarnya, beberapa waktu lalu.
Lanjut Hadi menegaskan, Eksekusi Ivy Djaya Susantyo harus segera dilakukan agar terpidana tidak segera kabur ke luar negeri. “ Karena SP-nya sudah ada maka eksekusi Ivy Djaya Susantyo harus segera dilaksanakan agar terpidana tidak segera kabur ke luar negeri mas,” tegas Hadi.

Dari fakta persidangan terpidana Ivy Djaya Susantyo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan terhadap pelapor.Pelapor dalam hal ini Obong Kusuwa Wijaya selaku pemilik yang sah PT Adhi Kartiko (sekarang PT Adhi Kartiko Mandiri) dan juga Simon Takaedengan sebagai Dirut PT Adhi Kartiko. (p2)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.