Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Spesialis Traktor

33

 

Dua dari kiri, Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Moch Jacub Nursagli Kamaru, S.IK saat melakukan konferensi pers di Mapolres Konawe, Selasa (14/9/2021).

 

UNAAHA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe menangkap enam pelaku dugaan pencucian alat berat spesialis mesin traktor di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (14/9/2021). Sementara satu tersangka masih buron.

Keenam pelaku yang berhasil diamankan polisi yakni, Tamrin (47) warga Desa Keisio, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur. Kemudian, Misnadi (37) warga Kelurahan Sendang Mulya Sari Konawe. Sumaji (50) warga Kelurahan Kulahi, Kecamatan Wawotobi.

Hady (45) warga Lapisi, Kecamatan Meluhu, Konawe. Sudirman (50) Desa Langgea, Kecamatan Padangguni, Konawe dan Samsudin (45) warga Desa Langgea, Kecamatan Padang, Konawe berperan sebagai penada barang curian. Sedangkan satu pelaku bernama Sul masih buron.

Dari hasil pencurian tersebut, polisi mengamankan Barang Bukti (BB) sebanyak sembilan unit mesin traktor, satu selang Alkon, juga dua mobil minibus dan satu mobil Pick UP. Untuk Total kerugian keseluruhan yakni sebesar Rp100 juta.

Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK mengungkapkan, total TKP pencurian yang dilakukan oleh para tersangka yakni berjumlah sepuluh sampai dengan lima belas TKP pencurian. Diantaranya, Desa Palarahi Konawe, Amonggedo,Wawotobi, Desa Lambangi Konawe.

Selanjutnya Jalan 40 Kabupaten Konawe, Kecamatan Amonggedo, Kelurahan Inalahi, lalu Kelurahan Tuoi Unaaha, Desa Kasumewuho Wawotobi, dan SP F Amonggedo. Bahkan mereka nekat melakukan pencurian di Dinas Pertanian Konawe.

Wasis membeberkan, pada 30 Agustus 2021 sekitar pukul 22.00 WITA tiga tersangka yakni Sumaji, Misnadi dan Tamrin menuju Kolaka Timur dengan menggunakan mobil untuk mencari traktor, namun nihil. Diperjalanan pulang, mereka langsung berencana mengambil alat berat di Kelurahan Inalahi, Kabupaten Konawe.

“Sepulangnya dari Koltim, mereka istrahat di Desa Keisio Kecamatan Lalolae, Koltim, dan pada saat istrahat itulah Sumaji bilang bahwa kita ke Inalahi saja ada traktor di dekat somel,” kata Wasis saat menirukan percakapan para pelaku pencurian alat berat

Setalah itu, pada 31 Agustus 2021 sekitar Pukul 01.30 WITA, ketiga tersangka kemudian menuju Kelurahan Inalahi untuk mencuri. Sesampainya di TKP, Sumaji berhenti ditepi jalan dan langsung menyuruh Misnadi dan Tamrin untuk mengambil traktor yang terparkir di samping somel. “Pergi ambil itu mesin traktor ada di samping somel,” lanjut Wasis sambil menirukan percakapan para pelaku.

Selanjutnya kedua pelaku berjalan sekitar 45 meter dengan menyusuri pematang persawahan dan langsung mengamankan satu unit traktor dengan secara bergantian membuka baut satu persatu untuk memisahkan bodi dari mesin sehingga mempermudah mengangkat ke tepi jalan.

“Jadi para pelaku ini membuka baut traktor dan memisahkan bodi dan mesin. Selanjutnya membuka tali pambel dan langsung memikul mesin traktor tersebut dan membawa ke pinggir jalan yang tidak jauh dari tempat mereka di turunkan oleh tersangka Sumaji,” bebernya.

Setelah itu para tersangka mengamankan BB tersebut ke kamar kos Sumaji di Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha. Selanjutnya Pada Jumat 3 September 2021, Tamrin membawa mesin traktor tersebut dan menjualnya kepada Samsudin yang berperan sebagai penadah di Kelurahan Puosu, dengan harga Rp5.150.000.

Dari hasil penjualan tersebut, mereka bagi tiga dengan total Rp 1.300.000 per orang. Sedangkan sisanya digunakan untuk rental/sewa mobil dan uang bensin. Akibat kejadian tersebut korban mengalami Kerugian sekitar Rp15.000.000.

Lebih lanjut, mantan Kapolres Buton Utara ini memaparkan, pada 7 September 2021 aparat Polsek Wawotobi juga berhasil mengungkap kasus yang sama dengan modus yang dilakukan oleh ketiga pelaku di atas. Di Wawotobi, polisi mengamankan Hady, Sumaji, dan Tamrin. Dan hasil curiannya juga dijual ke penadah Samsudin.

Awalnya Hady dijemput oleh Sumaji dan Tama dan berangkat ke TKP di Desa Kasumewuho, Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Lalu Hady dan Sumaji melihat ada satu unit traktor, selanjutnya mereka langsung berjalan di area persawahan menuju tempat traktor tersebut yang terparkir tepat di rumah Jualin (pemilik traktor).

Kedua tersangka langsung beraksi dengan memisahkan mesin dari body traktor dengan menggunakan kunci kunci yang telah disiapkan oleh para pelaku. Setelah sejam, mesin traktor lepas dari body. Kemudian kedua pelaku langsung mengangkat bagian traktor ke tepi jalan dan langsung menelefon Tama untuk menjemput mereka.

Setelah itu, ketiga pelaku membawa BB ke rumah Hady. Selanjutnya menjual kepada Samsudin dengan total Rp 5.500.000. Lalu hasi penjualan tersebut di bagi tiga dan masing masing mendapatkan Rp. 1.500.000. Akibat kejadian tersebut korban mengalami Kerugian sekitar Rp 12.000.000.

Sedangkan satu tersangka yang masih buron yang saat ini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni Sul, melakukan tindak pencurian di Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe bersama dua rekannya yakni Sudi dan Misnadi. Aksi pencurian yang dilakukan Sul terkuak setelah Samsudin mengaku telah membeli satu unit traktor dari

Dihadapan polisi, Kamis 12 Agustus 2021 sekitar pukul 23.00 Wita pelaku Misnadi dan Sul datang ke rumah Sudi dengan menggunakan mobil Avanza. Sul langsung memberitahukan Sudi untuk naik kedalam mobil.

“Nah pada saat perjalanan, Sudi bertanya kepada Sul dengan perkataan tujuan kemana ini bos?. Kemudian Sul menjawab ko diam saja,” kata Wasis sembari mengikuti percakapan para pelaku.

Masih dihari yang sama, sekitar Pukul 01 dinihari, mereka tiba di lokasi tepatnya di Desa Lambangi, Kecamatan Wonggeduku, Dan berhenti disekitar persawahan. Setelah itu Sul mengambil kunci-kunci baut yang telah disiapkan, lalu Sudi dan Sul turun dari mobil yang dikendarai Misnadi dan langsung menuju tempat parkir traktor tersebut.

Setelah tiba, Sul langsung membuka mesin traktor tersebut dari bodi/rangkanya dengan menggunakan kunci-kunci baut sebanyak empat buah yang telah disiapkannya, sedangkan Sudi hanya melihat dan memantau disekitar tempat terparkirnya traktor tersebut.

“Pada pukul 04.00 Wita Sudi dan Sul mengangkat BB tersebut menuju mobil dan langsung membawa ke rumah Misnadi. Selanjutnya ketiga pelaku menuju Konawe Selatan untuk menjual barang tersebut. Mereka menjual dengan total sebesar Rp 3.500.000,” lanjut Wasis.

Diperjalanan pulang menuju Unaaha, Sudi diberi upah sebesar Rp 700.000. Kemudian sekitar pukul 14.00 Wita, mereka tiba di Unaaha. Akibat kejadian tersebut korban mengalami Kerugian sekitar Rp. 9.000.000.

Atas kejadian tersebut, tersangka melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHP dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun. Sedangkan yang melanggar Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Dan Pasal 480 ke-1 dan ke-2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 (empat) tahun. (cr2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.