Popularitas Sulkarnain Kadir Sulit Tertandingi Para Rivalnya

299
Direktur Eksekutif THI, Naslim Sarlito Alimin
Direktur Eksekutif THI, Naslim Sarlito Alimin

Rakyatsultra.com, KENDARI — Meski pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Kendari masih lama, namun Lembaga Survei The Haluoleo Institute (THI) telah menyebutkan dari 10 tokoh yang mereka uji, Popularitas Walikota Kendari Sulkarnain Kadir masih mengungguli para tokoh lainnya dengan nilai 96,1 persen dengan angka Kesukaan sebesar 79,7persen  diatas  Abdul Razak yang tingkat popularitasnya hanya sebesar 89,5 persen dan kesukaanya 83,2 persen

 

“Itu hasil survei yang dilaksanakan pada 4 hingga 10 Agustus 2020. mengambil responden sebanyak 400 orang dan tingkat kesalahan (margin of error) sekitar lebih kurang 4,8persen  dengan tingkat kepercayaan 95 persen” ujar Direktur Eksekutif THI, Naslim Sarlito Alimin, saat menggelar Konfrensi Pers hasil survey  Kota Kendari, perspektif masyarakat terhadapa pandemic Covid-19, serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024  di Swissbell Hotel Kendari, Rabu (29/9/2021).

 

Tingginya popularitas  Walikota Sulkarnain Kadir  ternyata jauh mengungguli Tokoh lainnya , yakni Abdul Razak 89,5 persen, Siska Karina Imran 75,9 persen, Aksan Jaya Putra 56,4 persen, Ishak Ismai 50,0 persen  dan Andi Sulolipu hanya 30,2 persen.

 

Berita terkait

Dari sisi tingkat kesukaan terhadap kandidiat (likeability) Abdul Razak menempati posisi teratas 83,2 persen, 3,5 persen lebih unggul dengan  Sulkarnain Kadir  dengan angka kesukaan sebesar 79,7 persen.

 

Dari hasil survei terlihat bahwa Popularitas Sulkarnain Kadir masih unggul daripada bakal calon wali kota lainnya. Hal ini dapat dikatakan wajar melihat tingkat kepuasan masyarakat (approval rating) terhadap kinerja pemerintah Kota Kendari  cukup tinggi, yakni mencapai angka 68,2 persen.

 

Naslim mengatakan laporan survey yang dilakukan The Haluoleo Institute (THI) mempertahankan kaidah  metodologi  sesuai dengan kondisi factual dilapangan.  Tanpa adanya rekayasa terhadapa nilai maupun kandungan informasi yang terkandung didalamnya.

 

“ Secara etika dan Tata Hukum  yang berlaku kami mempertanggung jawabkan segala konsekuensi bila dikemudian hari terdapat tindakan –tindakan yang mengurangi keabsahan nilai laporan survey ini,“ pungkasnya. (p2)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.