Wagub Sultra Puji Penanganan covid-19 ala Bupati Koltim

92

 

Wagub Sultra bersama Bupati Koltim saat menyerahkan bantuan kepada korban terdampak covid-19. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

TIRAWUTA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), menggelar rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas, Rabu (15/9/2021).

Bupati Andi Merya Nur dalam sambutannya, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Koltim, data per tanggal 13 September 2021, konfirmasi positif berjumlah 652 orang, kasus aktif masih dalam perawatan 55 orang, sembuh 563 orang dan meninggal 34 orang.

Sejak awal pandemi, Pemda terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Bupati bahkan mengeluarkan Perbup Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Sesuai dengan regulasi itu, dalam masa pandemi, tiga pilar penanganan Covid-19 dititikberatkan pada tiga hal, pertama disiplin penerapan protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kedua, meningkatkan 3T (tracing, testing dan treatment), ketiga, percepatan vaksinasi Covid-19 kepada berbagai sasaran.

Olehnya, dengan berbagai upaya itu, kasus positif corona kata Andi Merya, mengalami penurunan signifikan sejak awal September. Kondisi ini terjadi lantaran diberlakukannya PPKM level 3 sejak 25 Juli 2021, diiringi peningkatan jumlah tes swab.

“Namun kami akui juga sejak munculnya Perbup tersebut, pelaksanaan Prokes masih dapat dikatakan cukup rendah di masyarakat. Tetapi sejak PPKM, dengan diperketatnya prokes, semakin hari kesadaran mulai membaik,” ucap bupati.

Terkait dengan spesifikasi penanganan, orang nomor satu di Koltim ini menjabarkan, pihaknya meningkatkan swab tes untuk menemukan kasus positif baru, kemudian dilakukan karantina, pengobatan, hingga isolasi.

Tenaga kesehatan juga mendiagnosa dan memetakan terkait kasus positif tanpa gejala, gejala ringan yang diberi pengobatan di Puskesmas, hingga arahan melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan pengawasan dari tenaga kesehatan dibantu tracer dari unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kolaborasi tenaga kesehatan dan tracer ini juga meningkatkan cakupan kontak erat saat melakukan pelacakan kontak erat di rumah-rumah. adapun kasus positif dengan gejala sedang dan berat dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Selanjutnya untuk pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan dalam menunjang pencegahan dan pengendalian penyakit ini, Pemda sudah cukup banyak mengadakan alat kesehatan maupun bahan medis habis pakai, termasuk alat pelindung diri (apd), serta mendapat bantuan dari satuan tugas Provinsi Sultra.

Dalam hal pemenuhan sarana isolasi, berdasarkan surat dari Satgas Provinsi Sultra, Nomor 1447/Satgassultrani1/2021 tanggal 3 Juli 2021, Pemkab Koltim menindaklanjuti dengan menunjuk Rusunawa di Desa Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, menjadi ruang isolasi terpadu yang dapat menampung maksimal 72 orang pasien.

Pilar terakhir dalam penanganan Covid-19 adalah melaksanakan vaksinasi. Sejak dicanangkan tanggal 2 Februari 2021, jumlah orang yang telah divaksin dosis pertama sebanyak 20.829 orang (21,8 %) dan dosis kedua sebanyak 11.784 orang (12,3 %).

“Semoga semua sasaran dapat divaksinasi secepatnya. Pada kesempatan ini kami juga meminta bantuan kepada Satgas dan Dinas Kesehatan Provinsi Sultra agar diberikan logistik vaksin yang cukup untuk memenuhi antusiasme masyarakat yang divaksinasi,” ucap bupati.

Sebagai bentuk langkah penanganan secara komprehensif, Pemda Koltim juga telah memberikan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka.

“Sampai tingkat desa dan kelurahan, sumber dana yang dialokasikan untuk penanganan. Upaya pemulihan ekonomi juga dipercepat terutama dalam hal pembangunan infrastruktur yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” tutup Andi Merya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengungkapkan, pelaksanaan penanganan Covid-19 oleh bupati dan Forkopimda di Koltim, berjalan dengan sangat baik. Tak hanya penanganan penyakit secara langsung, pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat terus melaju.

“Kami dari Satgas Covid 19 Sultra, bersama Forkopimda sudah melaksanakan apel, semoga vaksinasi di Koltim berjalan dengan sangat baik,” ucap Lukman.

Dijelaskannya, hal penting harus diperhatikan yakni perketat prokes saat ke luar rumah, saat bekerja, hingga sebelum masuk ke dalam rumah, ketika pulang habis beraktivitas.

Penyebaran Covid-19 ini mempengaruhi aspek kesehatan dan ekonomi, karena aktivitas masyarakat dibatasi, namun ini merupakan ikhtiar seluruh pihak. Tentunya masyarakat harus mematuhi aturan yang ada.

“Yang terpenting, mudah-mudahan pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan sangat baik. Bagi masyarakat yang terdampak semoga lekas berlalu. Kepada Pemda, seluruh jajaran TNI dan Polri, terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini,” tutup Wagub Sultra. (p1/b/aji) 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.