Begini Cara Unsultra Dorong Kualitas Mahasiswa

12

 

 

Penyerahan Plakat yang dilakukan oleh Rektor Unsultra, Prof.Dr. Andi Bahrun kepada Sekda Provinsi Sultra, Hj. Nur Endang. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.

 

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus mendorong dan meningkatkan kualitas mahasiswa.

Memperingati Dies Natalis Unsultra ke-35, pihak kampus melakukan nialog nasional, dengan menghadirkan berbagai narasumber.

Unsultra bekerjasama dengan DPD ADHI Sultra dan DPN ADN ADHI dalam kegiatan ini.

Dialog mengangkat tema “Masa Depan Otonomi Daerah Terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (Resentralisasi ataukah Desentralisasi)”

Kegiatan dilaksanakan secara virtual pada Senin 11 Oktober 2021 dan dihadiri secara langsung oleh Sekda Provinsi Sultra, Hj. Nur Endang.

Hj. Nur Endang mengungkapkan, kegiatan ini menjadi sebuah  kilas balik terkait dengan otonomi daerah, dan bagaimana keterkaitannya dengan UU omnibus law. Memang harapannya, UU omnibus law ini bisa berjalan dengan baik, khususnya dibidang investasi dan kemudian perijinan dan regulasi. Agar bisa memberikan rasa nyaman kepada investor serta ada kepastian hukum, yang tentunya itu semua akan berdampak pada perkembangan otonomi daerah. 

Namun dalam penerapannya, kata dia, yang dirasakan itu masih perlu dilakukan penyesuaian, terkait dengan kondisi sekarang, adanya kewenangan daerah yang diserahkan kembali di pemerintahan pusat.

“Baik itu dari segi pertambangan, lingkungan dan sebagainya, semuanya sudah terpusat. Artinya ini akan menghambat yang tadinya bisa dengan mudah perizinannya karena di daerah, ini sudah susah karena langsung terpusat. Dan masalah-masalah itulah yang dibahas, dibedah bagaimana dampaknya ke depan,” ucapnya.

“Namun yang pasti, melalui kegiatan ini, Unsultra betul-betul memberikan sebuah dukungan dan kepedulian, terhadap berbagai isu-isu pemerintahan dan juga perkembangan daerah, dan itu merupakan sebuah langkah yang sangat baik. Saya  sangat apresiasi apa yang telah dilakukan oleh Unsultra, mengadakan kegiatan dialog nasional, dengan menghadirkan berbagai narasumber yang menganalisis serta para pengambilan keputusan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unsultra, Prof.Dr. Andi Bahrun mengatakan, kegiatan ini bertujuan adalah untuk mengidentifikasi, dan menganalisis capaian UU Cipta Kerja terhadap otonom daerah.

Bagaimana manfaat berlakunya UU Cipta Kerja terhadap kepentingan otonomi daerah. Bagaimana setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah, itu harus memberikan dampak positif terhadap seluruhnya.

“Sejak pemberlakuan UU Cipta Kerja masih belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan daerah-daerah. Terlebih Sultra menjadi daerah tambang, yang sangat diincar oleh para berbagai investor baik dalam negeri maupun luar. Sehingga apakah dengan kebijakan tersebut bia memberikan dampak baik. Inilah yang coba kita eksplorasi, karena sebagai perguruan tinggi harus jeli melihat kondisi dan situasi yang memberikan dampak terhadap perkembangan daerah,” ujarnya.

Dia bilang, Unsultra sebagai institusi pendidikan merasa sangat berkepentingan dan akan selalu terpanggil, berkontribusi demi terwujudnya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), pengelolaan pemerintahan yang baik, bisa membawa kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia.

Kegiatan dialog nasional ini, merupakan sebuah wujud dan bentuk Unsultra terhadap progres dan perkembangan di pemerintah baik itu daerah dan juga pusat.

“Perguruan tinggi harus selalu hadir menjadi sebuah impac terhadap berbagai perkembangan daerah dan nasional. Bagaimana berbagai regulasi yang dibuat itu benar-benar bisa memberikan sebuah dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat atau sebagiannya,” pungkasnya. (cr5/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.