Begini Skema Tes CPNSD Mubar Setelah Lulus SKD 

436
La Ode Mahajaya, SE, M.Kes.

 

 

LAWORO – Tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Muna Barat (Mubar) memang telah lama selesai.

Kendati begitu, pengumuman kelulusan, masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Namun, untuk mengikuti tahapan selanjutnya, peserta yang lulus passing grade, bakalan diranking.

Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya menjelaskan, untuk peserta yang lulus passing grade, harus mencapai nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) skor 65 , Tes Intelegensia Umum (TIU) skor 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan skor 166.

“Jadi, untuk lulus SKD harus masuk dulu nilai ini. Harus dicapai. Baru setelah itu, semua yang masuk passing grade yang diranking. Biar juga, nilai tinggi kalau tidak lulus passing grade, tidak bisa masuk. Yang lulus itu, yang mencapai nilai ambang batas,” kata Kepala BKPP Mubar, La Ode Mahajaya, diruang kerjanya, Kamis (21/10/2021).

Perankingan dimaksud, lanjut Mahajaya, untuk mengisi formasi yang diperebutkan. Sebab, skemanya, untuk satu formasi, diambil tiga orang peserta. Begitu pula seterusnya.

“Jadi, 1 formasi itu, diisi 3 orang. Kalau, 2 maka diisi 6 orang. Begitu seterusnya,” terang Mahajaya.

Berita terkait

Nah, bagi formasi yang pesertanya tidak mencapai nilai ambang batas atau tak lulus passing grade, kata Mahajaya, maka untuk mengisi formasi itu, diambil peserta lain, dengan rumpun yang sama.

“Misalnya, sekolah A yang ambil Bahasa Indonesia, tidak ada yang lulus. Di sekolah B, yang lulus passing grade banyak. Tapi, saat perankingan, ada yang tidak terkafer di sekolah B ini. Karena sudah memenuhi. Diambil 6, sementara yang lulus 12 orang. Otomatis, ada sisanya 6 orang lagi. Sisa dari perankingan ini, diranking ulang lagi, untuk mengisi formasi di sekolah A tadi. Kalau ini, sistem yang atur, BKN langsung,” demikian Mahajaya menjelaskan lagi.

Lalu, bagaimana dengan tenaga tehnis, yang pesertanya, tidak ada yang lulus. Sementara, sudah tidak ada lagi, rumpun yang sama atas formasi itu? Mahajaya mengaku, kalau itu, saya belum tahu juga.

“Kalau soal ini, saya belum paham juga. Nanti kita liat aturan menterinya seperti apa lagi. Apakah, dilihat dari nilai TKP nya, TIU nya ka atau TWK nya. Kita tunggu saja dulu aturan main dari Kemenpan RB,” katanya.

Mahajaya mengatakan, bagi peserta yang lulus SKD, jangan berbangga dulu. Sebab, tahapan itu, bukan penentu kelulusan menjadi CPNS. Apalagi, merujuk tahun lalu, nilai SKD cuman 40 persen saja. ” Tahun lalu itu juga, SKB itu 60 persen. Jadi, nilai harus tinggi betul. Untuk lulus menjadi CPNS, maka nilai SKD dan SKB digabungkan. Biar juga SKD tinggi nilai, tapi, kalau SKB rendah, tidak aka lulus. Jadi, SKB itu ajang kompetensi. Betul-betul,” katanya.

Ia juga menyampaikan, pasca pengumuman, ada masa sanggah yang diberikan bagi peserta yang dinyatakan tidak lulus, untuk melakukan protes atas hasil tersebut. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.