Disdukcapil Koltim Terapkan SIAK Terpusat

7

 

Suasana penerapan SIAK Terpusat di Disdukcapil Koltim. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

TIRAWUTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara terpusat.

Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Koltim, Drs. Anwar Hamzah M.M, saat dikonfirmasi Rabu (13/10), menjelaskan, SIAK adalah suatu sistem informasi yang ditumbuh kembangkan, berdasarkan prosedur-prosedur pelayanan administrasi kependudukan, dengan menerapkan sistem teknologi informasi dan komunikasi, guna menata sistem administrasi kependudukan di Indonesia.

Atas penerapan ini, Koltim bersama Kota Kendari, kata Anwar Hamzah, mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri.

“Secara nasional, Koltim menjadi 50 kabupaten dan kota yang menerapkan SIAK terpusat. Koltim juga menjadi salah satu pilot projek nasional pada percobaan pengalihan sistem SIAK, menjadi SIAK terpusat tersebut,” terangnya.

Diterapkannya SIAK secara terpusat, maka database kependudukan ada di server Ditjen Dukcapil pusat. Database kependudukan menjadi satu, sesuai Perpres Nomor 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia.

Data kependudukan akan semakin valid dan aman. Dukcapil hanya berperan sebagai walidata, melayani masyarakat, karena NIK menjadi kunci akses seluruh pelayanan publik.

Saat ini Koltim sudah melaksanakan implementasi SIAK secara terpusat. Proses instalasi dan konfigurasi sudah dilaksanakan.

“Kelebihan SIAK terpusat yaitu dapat terpantaunya semua aktivitas data oleh pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Lalu, penerbitan NIK langsung terintegrasi real-time, sehingga meminimalkan kemungkinan biodata ganda,” terangnya.

Dirinya menjabarkan, melalui SIAK Terpusat ini, pendataan pindah datang dan perkawinan bisa langsung terintegrasi antar kabupaten dan kota serta antar provinsi, di seluruh Indonesia.

Semua perubahan data dan pencetakan dokumen kependudukan, langsung terintegrasi dengan semua kantor layanan seperti BPJS, perbankan dan lainnya tanpa konsolidasi manual atau harus menunggu sampai 24 jam.

Termasuk Tanda Tangan Elektronik (TTE) kepala dinas, langsung terintegrasi ke pusat, tidak lagi melalui server di kabupaten atau kota, sehingga proses data akan lebih cepat.

“Seluruh data sudah terpusat dan tidak lagi melalui server dinas. Pelayanan kependudukan akan semakin aman dan terjamin, karena satu sumber yang dapat diakses oleh 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” tutup Kadis Dukcapil Koltim. (p1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.