Keluarga Korban Penganiayaan Siswa SDN 96 Kendari Minta Sekolah Bersikap Tegas   

82
Ilustrasi

 

KENDARI – Anak perempuan dari salah seorang Dosen di Universitas Halu Oleo (UHO), La Karimuna berinisial N yang bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 96 Kendari diduga menjadi korban penganiayaan oleh temannya sendiri berinisial S.

Keluarga korban meminta kepada pihak sekolah besikap tegas kepada kepada terduga pelaku penganiayaan.

Hal ini berawal saat anak perempuan Karimuna menjadi korban penganiayaan oleh teman kelasnya sendiri pada Selasa (19/10/2021).

La Karimuna menuturkan kronologi kejadian,  berawal pada permasalahan ketika pintu kelas tempat anaknya belajar dalam kondisi terkunci karena dipermainkan teman kelasnya yang laki- laki.

“Datanglah guru atas nama pak Udin, bertanya kepada siswa di dalam kelas,” Siapa yang main- mainkan pintu?, anak- anak tidak ada yang berani menjawab karena mereka takut kepada pelaku S, tapi spontan anak saya menyebut bahwa anak laki- laki yang memainkan pintu dengan tidak menyebut nama siswa. Setelah pak Udin keluar meninggalkan kelas mulailah penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku S,” ungkapnya.

Lanjutnya, penganiayaan yang dilakukan pelaku dengan cara menendang pinggang bagian belakang dengan kuatnya. Kemudian penganiayaan berikutnya terjadi pada saat anaknya hendak memasukan alat tulisnya kedalam tas, tiba- tiba pelaku datang dari belakang menarik mistar dari tangannya berinisial N.

Akibatnya terjadi saling tarik menarik, alhasil jari tengah tangan anak itu tergores dan mengeluarkan darah.

“Setelah itu pelaku mengepalkan tangannya langsung meninju dengan keras kepala anak saya sampai terjatuh di kursi lalu menumbuh kepala bagian otak sampai bengkak dilanjutkan dengan pukulan ketiga mengenai telinga dan menarik masker sampai putus dan terbuka dari wajahnya termasuk  jilbabnya,” beber dosen Faperta UHO itu.

Atas kejadian tersebut, dia bersama keluarga menuntut perlakuan yang adil dari kepala SDN 96 Kendari.

Bahkan pihaknya mengutuk tindakan kekerasan tersebut, termasuk mengutuk kelalaian guru kelas yang membiarkan ruang kelas tidak diawasi secara ketat.

Ia pun mengaku tidak sepakat dengan cara penyelesaian masalah yang dilakukan wali kelas. Sebagai orang tua tidak menerima perbuatan tersebut.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala SDN 96 Kendari, Hasnan SPd menuturkan, pihaknya akan segera memanggil orang tua S (siswa laki- laki) agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari.

“Persoalan ini harus betul- betul kita menyelesaikan,  karena kejadian seperti ini tidak boleh terulang didalam sekolah. Tentu ada pendekatan secara  serius untuk menyelesaikan. Rencana kita mau memanggil kedua belah pihak, tapi orang tua perempuan sudah duluan. Selanjutnya  otomatis kita akan memanggil orang tua laki- laki,” pungkasnya. (cr5/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.