Mantan Sekwan dan Bendahara DPRD Mubar Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Makan Minum

428

 

Kajari Muna saat menggelar jumpa.pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi di Setwan Muna Barat.

 

RAHA- Penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran penyediaan makan dan minum, penyedia jasa persidangan peningkatan efektifitas persidangan dan anggaran kegiatan reses pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat (Mubar) tahun anggaran 2017, 208 dan tahun 2019 akhirnya masuk pada fase penetapan tersangka.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepaka Kejaksaan Negeri Muna Nomr: 01/P3.13 RD.104/2021 tanggal 7 April 2021 jo. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Muna Nomor 01.A/P3/13/RD/X/2021 tanggal 21 Oktober, penyidik Kejari Muna menetapkan dua orang tersangka terkait kasus tersebut.

Dua orang tersangka dimaksud masing-masing adalah mantan Sekretaris DPRD Mubar, Asbar Haenuddin, S.STP selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Yana Wali selaku Bendahara pada Sekretariat DPRD Muna Barat.

Kedua nama tersangka disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Agustinus Baka Tangdililing didampingi para Kepala Seksi Kejari Muna, Kamis (21/10/2021).

Agustinus menegaskan, penyidikan kasus ini adalah salah satu bentuk keseriusan Kejari Muna dalam menangani perkara korupsi yang ada di wilayab hukum Kejari Muna meliputi Kabupaten Muna, Muna Barat dan Buton Utara.

Agustinus mengatakan, kendati proses penetapan tersangka membutuhkan waktu yang cukup lama, namun ia membuktikan janjinya bahwa penyidikan kasus ini tak akan berulang tahun alias memakan waktu setahun.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Muna, Sahrir menyebutkan, jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut ditaksir mencapai Rp 300 juta lebih. Terhadap kedua tersangka, penyidik belum melakukan penahanan.

“Kedua tersangka masih akan kami periksa. Dalam pemeriksaan ini akan kita lihat apakah harus dilakukan penahanan atau tidak,” tegas Sahrir. (sra/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.