Pemkab Busel Tunggu Hasil Peringkat Tes SKD dari BKN, Peserta Harap Bersabar

113
Firman Hamza.

 

BATAUGA- Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) tuntas menggelar tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CASN 2021 awal Oktober ini.

Para peserta kini mungkin merasa cemas apakah akan lanjut ke tes selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) atau tidak.

Mereka harus menunggu hasil peringkat passing grade yang dikeluarkan  Badan Kepegawaian Negara.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Busel, Firman Hamza menuturkan, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil keputusan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) regional IV Makassar.

Pada pengumuman nanti, memuat nama peserta CASN yang berhak melanjutkan diri mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB) dalam perebutan kursi abdi negara dilingkup Pemkab Beradat itu.

“Kami belum dapat memastikan siapa-siapa yang berhak dan memiliki tiket untuk mengikuti tahapan SKB CASN selanjutnya. Karena sampai saat ini BKN wilayah IV Makassar belum mengeluarkan keputusan atas hasil SKD yang digelar beberapa waktu lalu di Gedung Baruga Busel,” tuturnya.

Berita terkait

Kata dia, pada prinsipnya, peserta yang ikut serta dalam tahapan SKB CASN merupakan peserta yang lolos passing grade dan memiliki nilai tertinggi dikursi yang dilamarnya. Setiap kuota akan dikalikan 3 peserta untuk ikut ketahap seleksi selanjutnya.

“Kalau disuatu formasi itu terdapat 1 kuota maka yang ikut ditahap SKB itu ada 3 peserta yang lolos passing grade dan nilainya yang paling tinggi diantara pelamar lainnya. Jadi yang lolos SKD belum tentu peserta itu bisa ikut SKB,” tambahnya

Dia menambahkan, dari 250 kursi yang diperebutkan formasi Pemula Polisi Pamong Praja mendominasi dengan jumlah 1.344 pelamar. Disusul oleh formasi terampil Bidan dengan 252 pelamar serta formasi terampil perawat sebanyak 238 peserta.

“Kalau ahli pertama penyuluh kesehatan masyarakat dengan total pelamar sebanyak 222 orang. Sedangkan ahli pertama perawat itu ada sebanyak 121 pelamar,” jelasnya

Pada formasi terampil asisten apoteker dan terapis fisioterapis masing-masing memiliki jumlah pelamar sebanyak 30 orang dan 10 orang. Sedangkan terampil pranata laboratorium kesehatan ada sebanyak 93 peserta dan ahli pertama epidemiologi kesehatan terdapat 71 pelamar.

“Kalau tenaga dokter umum dan dokter gigi ada sebanyak 40 peserta dan 2 peserta. Sedangkan formasi ahli pertama nutrisionis ada 27 pelamar, terampil nutrisionis 17 peserta dan ahli pertama sanitarian ada sebanyak 18 orang dan terampil sanitarian sebanyak 14 pelamar,” tegasnya.

Dalam formasi terampil perekam medis pihaknya mencatat sedikitnya 7 pelamar serta terampil terapis gigi dan mulut tercatat 6 peminat. Selain itu pula, pihaknya juga mencatat sedikitnya 5 pelamar yang melamar pada formasi perawat (PPPK non guru). (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.