Penyidik Tetapkan Dua Orang Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur

96

 

Iptu Hamka.

 

RAHA- Penyidik Polres Muna terus mendalami kasus pencabulan anak berusia 11 tahun di Kecamatan Tongkuno Selatan, dimana korban akhirnya meninggal dunia, Sabtu (25/9/2021).

Teranyar, penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka yang diduga melakukan pencabulan berinisial I (19) dan R (24). I masih memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan korban yakni sepupu sekali. Sedangkan R adalah kakak ipar I.

Sementara terduga pelaku lainnya berinisial F (10) yang masih dibawah umur, belum cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka dan statusnya wajib lapor.

“Tersangka I sudah kami tahan dan R belum dilakukan penahanan dalam kasus ini karena masih menjalani penahanan dengan kasus lain,” terang Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kasat Reskrim, Iptu Hamka.

Dalam kasus ini penyidik juga telah memeriksa dokter yang menangani korban di tiga rumah sakit berbeda, RSUD Buton Tengah, RSUD Palagimata Baubau dan RSUD Muna.

Hasil pemeriksaan dokter di RSUD mengungkap bahwa pada kemaluan korban dinyatakan pernah dimasuki benda tumpul, sehingga kuat dugaan bahwa korban telah dicabuli.

Namun penyidik hanya menjerat para pelaku dengan pasal 81 dqn pasal 82 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Dalam kasus ini kita tidak masukkan pasal kaitannya dengan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia, karena kecurigaan bahwa terjadi kerusakan pada alat kelamin korban, tak ada seorang dokterpun yang telah kami periksa menyatakan hal itu,” jelasnya.

Sebelum meninggal dunia, korban menjalanai perawatan di RSUD Buton Tengah dengan keluhan lemas dan pucat. Setelah diperiksa ternyata Hb nya rendah.

“Dari keterangan dokter di RSUD Buton Tengah, hb korban rendah sekitar 3,9. Kemudian dirujuk ke RSUD Palagimata Baubau dan dilakukan tranfusi darah sebanyak empat kantong sehingga Hb nya naik menjadi 4,1 dan beberpaa hari kemudian dibolehkan pulang,” bebernya.

“Jadi hasil yang kita peroleh dari dokter, pada RSUD Buteng, pemeriksaan hb rendah sekitar 3,9. Kemudian dirujuk ke RSUD Palagimata Baubau dan dilakukan tranfusi darah empat kantong sehingga Hb nya naik menjadi 4,1 dan beberpaa hari kemudian dibolehkan pulang,”bebernya.

Namun malang tak dapat ditolak, korban kembali drop setelah kembali ke rumah bibinya di Kecamatan Bone dan korban meninggal dunia, Sabtu (25/9/2021) sekitar pukul 19.00 Wita.

Saat ini pihak penyidik telah menyampaikan SPDP ke Kejaksaan Negeri Muna dan dalam waktu dekat, berkas perjara ini akan dikirim ke ke Jaksaan Negeri Muna. (sra/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.