Permadi Pastikan Kepengurusan Percasi Versi Asmidi Bukan Penunjukan Langsung Pemda dan KONI Pinrang

58

Rakyatsultra.com, PINRANG—Persatuan catur seluruh indonesia (percasi) kabupaten Pinrang menolak versi Permadi menolak hasil Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) yang telah dilaksanakan Andi Asmidi yang memilih secara aklamasi tiga orang formatur dalam menyusun susunan personalia kepengurusan percasi pinrang periode 2021-2025.

Dasar penolakan pengurus Kabupaten Percasi pinrang karena sudah mempunyai Surat Keputusan yang masih aktif periode 2020-2024. Olehnya itu Pemkab, KONI dan Percasi Pinrang menganggap Percasi Pinrang versi Asmidi adalah ilegal.

 

Dari Kondisi tersebut, pada Pra Porda yang telah digelar di Kabupaten Pangkep kemarin, Percasi pinrang akhirnya tidak bisa ikut ambil bagian dalam pekan olahraga tersebut, dikarenakan Sekum Percasi Pengprov Sulsel bersama Percasi Pinrang Ilegal yang dinakhodai Asmidi, mencekal atlit Percasi Pinrang untuk ikut berkompetisi pada praporda di kabupaten Pangkep.

 

Padahal Komite Olahraga Nasional Indonesian (KONI) Kabupaten Pinrang telah resmi merekomendasikan Percasi Pinrang kepada Permadi untuk ikut berlaga pada Proparda di Kabupaten Pangkep.

 

Sementara atlit Percasi Pinrang yang diikutkan oleh Sekum Pemprov Percasi Sulsel yang pada Praporda Pankep, merupakan atlit settingan Percasi Pinrang Ilegal Asmidi, yang notabene tidak memiliki legalitas dan rekomendasi dari Pemkab dan Koni Kabupaten Pinrang.

 

Saat di Konfirmasi awak media, Ketua Percasi Pinrang Permadi menegaskan, atlit yang ikut berlaga pada Prapoda di Kabupaten Pangkep bukanlah atlit kontingen Percasi Pinrang, tetapi melainkan atlit settingan yang dikirim Percasi Pinrang ilegal Asmidi.

 

“Atlit Percasi yang mengatasnamakan kontingen Percasi Pinrang merupakan bukan utusan percasi pinrang. Melainkan Atlit settingan yang direkomendasikan oleh Sekum percasi pengprov sulsel dan Asmidi,” tegasnya.

 

Dikatakannya lagi, yang lebih mengherankan bagi Pemda dan KONI Pinrang, Percasi ilegal Asmidi berupaya memaksakan atlit settingannya untuk ikut berlaga pada Porprov Sulsel 2022 di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba. Padahal, Sekertaris umum KONI Kabupaten Pinrang sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Percasi Pinrang tidak akan ambil bagian pada ajang Porpov di Sinjai-Bulukumba mendatang.

 

“Pengkab Percasi Pinrang mempertanyakan ada apa di balik semua ini. Ada apa dengan Sekum Percasi Sulsel, Kenapa terlalu ngotot membentuk kepengurusan baru sedangkan Percasi Pinrang sudah punya SK Aktif 2020-2024, dan hal ini sangat bertentangan dengan AD/RT Organisasi,” tanya Permadi.

 

Lanjut Permadi membeberkan, kalaupun ada pengunduran Ketua umum bagi suatu organisasi itu biasa. Namun bila Ketua umum mengundurkan diri otomatis yg menjalankan adalah Ketua satu.

 

Oleh karena kekosongan Ketua umum pengurus kabupaten Percasi Pinrang, pengurus Percasi Pinrang menghadap ke Bupati Pinrang H.A.Irwan Hamid, S.Sos guna meminta arahan dan petunjuk untuk mencari pengganti Ketua umum yang telah mengundurkan diri sebelumnya.

 

Berita terkait

Dari hasil pertemuan tersebut, untuk mengisi kekosongan Ketua Percasi Pinrang, Bupati Pinrang mengarahkan dan menunjuk Ir.Sudirman agar nantinya diikutkan dalam Musyawarah Kabupaten luar biasa (Muskalub) pemilihan Ketua pengurus kabupaten Percasi Pinrang.

 

Ir.Sudirman pun terpilih secara aklamasi dan resmi sebagai Ketua umum Pengkab Percasi Pinrang dan telah sahkan oleh Pemkab dan KONI Kabupaten Pinrang untuk mendapatkan pengesahan dari pengprov Percasi Sulsel.

 

” SK hasil Muskalub Percasi Pinrang kami antarkan dan diterima langsung oleh Ketum pengprov Percasi Sulsel,” ungkap Permadi.

 

Namun hal tak terduga diperoleh Permadi. Sekum Pengprov Percasi Sulsel menggelar Musyawarah luar biasa tanpa sepengatahuan KONI Kabupaten Pinrang.

 

” Hargailah Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang dan KONI Kabupaten Pinrang. Hal ini bukan ranahnya Sekum Pengprov Percasi Sulsel untuk mengatur mencampuri dan mengintervensi Percasi , KONI dan Pemkab Pinrang. Karena Sekum Pengprov Sulsel bukan Owner seenaknya untuk membuat aturan dan keputusan,” ketusnya.

 

Permadi berharap Sekum Pengprov Sulsel dalam berorganisasi tidak menabrak aturan AD/RT yang telah ada.

 

“Sekum Pengprov Percasi Sulsel, sebaiknya janganlah mencapuri rumah tanggal Percasi kabupaten Pinrang.

Kenapa fokusnya cuma Pengkab Percasi Pinrang yang menjadi prioritas perhatian Sekum Pengprov Percasi Sulsel?,” Keluh Permadi.

 

Ditambahkan Permadi, kenapa Pengprov Percasi menerbitkan SK Kepengurusan baru Percasi Pinrang tanpa ada Surat rekomendasi atau persetujuan KONI Kabupaten Pinrang untuk penerbitan SK.

 

“Ada apa di balik campur tangan Sekum Percasi Sulsel, memangnya Pemkab dan KONI Kabupaten Pinrang tidak mampu mengurus cabor-cabor yang ada di wilayahnya?,” Tandasnya.

 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Mantan Ketum Percasi Pengprov Prof.Wasir Thalib, mengatakan ada beberapa kabupaten di Provinsi Sulsel yang sama masa baktinya SK-nya dengan Percasi Kabupaten Pinrang tapi kenapa cuma Percasi Pinrang menjadi prioritas Percasi Sulsel, “Kenapa cuman Percasi Pinrang yang mau di obok-obok, apa ada antipati sama kepada Pemkab, KONI, Percasi Pinrang,” pungkasnya. (P2)

 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.