Pilkades Serentak di Busel Tanpa Kampanye Calon

113
La Siambo.

 

BATAUGA- Pilkades serentak di Buton Selatan (Busel) tinggal menyisakan sebulan lagi. Namun gelaran kali ini sangat jauh berbeda dengan panggung pemilihan kepala desa di tahun-tahun sebelumnya. Itu karena pilkades serentak tahun ini masih dalam suasana pandemi covid-19.

Itu mengharuskan para calon kepala desa  tak melakukan kampanye yang menyebabkan munculnya kerumunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Busel, La Siambo menuturkan, saat ini sejumlah persiapan dan tahapan Pilkades serentak di 14 Desa se-Kabupaten Busel tengah gencar dilakukan. Baik itu, pembentukan panitia pemungutan suara bahkan panitia pengawas pilkades di tiap-tiap kecamatan.

“Pilkades ini didasarkan pada peraturan Bupati Buton Selatan nomor 23 tahun 2021. Dimana, ada 14 desa se-Kabupaten Busel yang akan menggelar pesta demokrasi 6 tahunan ditingkat desa itu,” tuturnya

Kata dia, Kabupaten Busel terbagi atas 2 wilayah hukum yakni Polres Buton dan Polres Baubau. Pilkades serentak tahun 2021 ini terselenggara di Kecamatan Siompu, Kecamatan Lapandewa dan Kecamatan Sampolawa yang masuk wilayah hukum Polres Buton.

Berita terkait

Sedangkan Kecamatan Kadatua dan Kecamatan Siompu serta Kecamatan Batu Atas  masuk wilayah hukum Polres Baubau.

“Busel yang masuk wilayah hukum Polres Baubau terdapat 7 desa yang menghelat Pilkades serentak. Yakni, Desa Wacuala, Desa Tadoasa dan Desa Batu Atas Liwu. Selain itu pula, Desa Baana Bungi, Desa Waonu dan Desa Lipu serta Desa Baana Bungi Selatan tak luput dari perhelatan itu,” tambahnya.

Dia menambahkan, untuk wilayah hukum Polres Buton desa yang hendak menggelar Pilkades 2021 yakni Desa Bahari 1, Desa Gerak Makmur dan Desa Tiira. Serta Desa Burangasi Rumbia, Desa Lapandewa jaya, Desa Molona dan Desa Lalole tak luput dari jangkauan.

“Kalau tahapan pilkades itu sudah berlangsung sejak Juli 2021 lalu. Tahapan ini sama dengan tahapan pilkades sebelumnya, hanya saja karena masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia tak terkecuali Kabupaten Busel, maka Kemendagri mengeluarkan kebijakan dengan meniadakan tahapan kampanye para calon kepala desa yang hendak bertarung dilarang untuk menggelar kampanye yang memicu kerumunan massa,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar pelaksanaan pilkades serentak di 14 desa se-Kabupaten Busel dapat berjalan aman, tentram, damai dan terkendali. Pasalnya, pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi yang diikuti putra-putri terbaik didesa tersebut.

“Mudah-mudahan Pilkades tahun 2021 ini tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan seperti dipilkades sebelumnya. Yang pada akhirnya ada sejumlah desa terpaksa dipimpin oleh pelaksana tugas akibat terjadi sengketa dalam percaturan politik ditingkat desa itu,” tutupnya.  (m2/b/aji)

 

 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.