Siswa SMKN 3 Kendari Diajar Istilah Kuliner Bahasa Prancis

31

 

Dosen Prodi Sastra Prancis bersama dengan para siswa SMKN 3 Kendari. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.

 

KENDARI – Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo (UHO), menggelar pelatihan istilah kuliner Bahasa Prancis di SMKN 3 Kendari sebagai upaya neningkatan kualitas siswa.

Pelatihan melibatkan tiga orang dosen yakni  Samsul, M.Hum yang juga Ketua Program Studi Sastra Prancis FIB UHO, Dr. Muh Yazid, M.Pd dan Yuli Mahmudah Sentana, M.A.

Ketua Program Studi Sastra Prancis FIB UHO, Samsul, M.Hum mengungkapkan, SMKN 3 Kendari adalah salah satu sekolah kejuruan di Kendari yang memiliki program kejuruan tata boga.

Para siswa pada jurusan tata boga tentu saja membutuhkan pelatihan istiah kuliner Prancis agar para siswa memahami dan mampu mengucapkan istilah kuliner Prancis dengan benar.

Lanjutnya, pembelajaran istilah kuliner Prancis ini diharapkan mampu menambah keterampilan berbahasa para siswa hingga nantinya menciptakan lulusan yang berdaya saing.

Selain itu, pelatihan ini juga menghadirkan empat mahasiswa dari program Sastra Prancis yang tentu saja menambah antusias belajar para siswa terlebih terdapat juga doorprize atau hadiah bagi para siswa yang dapat menjawab materi yang telah disampaikan.

“Kami tidak hanya sekadar berbagi ilmu atau melakukan pelatihan kepada para siswa, tetapi juga sekaligus memperkenalkan prodi kami pada masyarakat luas, karena kami juga merupakan prodi baru di UHO” ungkapnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh 25 siswa Kelas XI jurusan tata boga yang mengikuti pelatihan tetapi juga oleh ketua jurusan Zaenal.

Dia berharap kegiatan ini nantinya akan ada lanjutannya karena sangat bermanfaat bagi para siswa. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari salah satu tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Yuli memaparkan, Prancis dapat dikatakan sebagai salah satu kiblat kuliner dunia. Hal ini ditandai dengan hotel-hotel, restoran berbintang yang menjadikan Prancis sebagai acuan dalam dunia kuliner.

Efek terbesar dari ini adalah banyaknya penggunaan istilah kuliner Prancis di berbagai belahan dunia. Belum pasti penyebab mengapa istilah kuliner bahasa Prancis tidak diterjemahkan, mungkin tidak ditemukan padanannya atau mungkin untuk menjaga image sebagai kuliner kelas atas seperti kuliner Prancis.

“Dengan demikian sangat perlu untuk memperlajari istilah kuliner Prancis terlebih orang yang akan bekerja pada dunia kuliner. Hal ini tentu akan memudahkan pada saat bekerja karena sebagin besar istilah makanan, istilah cara memotong, istilah memasak menggunakan bahasa Prancis yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia,” pungkasnya. (cr5/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.