Warga Kampobalano Ancam Blokade Jalan Kantor Bupati Gegara Jalanan Tak Diaspal

53

 

 

Masyarakat Kampobalano Kecamatan Sawerigadi, saat menyuarakan pengaspalan jalan di wilayahnya. Sudah 7 tahun mereka dijanji, tetapi jalan tersebut tak kunjung diaspal. Foto: Erik/Rakyat Sultra.

 

LAWORO- Warga Desa Kampobalano, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat kini mulai jenuh dengan janji pemerintah.

Mereka sudah tidak bisa menahan diri lagi, lantaran infrastruktur jalan diwilayahnya tak kunjung diaspal.

Padahal, daerah itu, berada dipusat kota Laworo, Ibu Kota Muna Barat. Akan tetapi, akses jalan itu, seolah tak ada perhatian serius pemerintah setempat.

Mirisnya, jalan itu, berada disamping kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) dan menjadi jalan utama.

Sudah tujuh tahun, masyarakat menantikan pengaspalan. Setiap diadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) setiap tahunnya, jalan poros Kampobalano, selalu diusul.

Fakta dilapangan, berkata lain. Kondisi inilah yang membuat masyarakat setempat bakalan memblokade jalan kantor Bupati Mubar. Lantaran, jalur Wuna-Kampobalano (menuju kantor Bupati)-Ondoke tidak dilakukan pengaspalan.

Yasin yang menahkodai gerakan itu mengaku, memberikan deadline waktu pada pemerintah, kalau tidak ada kepastian hingga Sabtu (16/10/2021) ini, maka masyarakat bersepakat akan memblokade jalan kantor Bupati pada Senin, pekan depan mendatang.

“Semua akses akan kita tutup. Semua jalur yang masuk Kampobalano, dilumpuhkan. Tidak ada tawar-menawar lagi. 7 tahun kami nantikan. Tetapi, faktanya cuma dijanji-janji saja. Pemkab, tidak ada kepekaan sama sekali kepada masyarakat,” aku Yasin sembari memperingatkan Pemkab Mubar di depan kantor Bupati Mubar, Selasa (12/10/2021).

Lanjut Yasin, masyarakat butuh keadilan dan pemerataan pembangunan. Daerah yang berada dipusat kota, mestinya jalan harus diprioritaskan.

“Kami ini, rakyat Mubar. Mestinya, pembangunanjuga harus merata. 7 tahun kami di PHP. Penjelasan apalagi, yang mereka mau sampaikan pada kami. Kampobalano itu pusat kota, apalagi disitu ada kantor Bupati. Sangat disayangkan seperti ini. Musrenbang juga tidak berpihak pada masyarakat Kampobalano,” katanya.

Aksi ancam masyarakat Kampobalano akan memblokade jalan, kata dia, tak ada lagi negosiasi. Pasalnya, semua telah terbantahkan.

“Mau alasan refocusing anggaran, kenapa ada pembangunan di daerah rerpencil. Sementara kami ini, di pusat kota, dipandang sebelah mata,” sebutnya.

Sayangnya, aksi warga Kampobalano, tak mendapat respon positif. Sebab, semua pejabat dilingkup Pemkab, tak ada. Cuma, Asisten III La Ode Aka yang bersedia menemui masyarakat.

“Hari ini, pejabat yang sampai sampai jam ini, (siang hari), yang tertinggal saya sendiri. Yang lain melakukan perjalanan ke Baubau bersama Bupati. Sekda lagi acara Vitcom. Terkait, tuntutan, dari jam 07.45 WITA, tidak ada perintah untuk menerima apapun. Permintaan saudara disahuti. Insyaallah, kita sampaikan pada pak bupati selaku penentu kebijakan. Pembangunan di Mubar ini, tidak boleh berat sebelah,” tutup La Ode Aka. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.