Bapenda Kolut Kerja Keras Benahi Piutang PBB yang Menumpuk

77
Abu, S.Sos

 

LASUSUSA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) saat ini tengah berupaya keras memaksimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pasalnya, berdasarkan data Bapenda, tunggakan piutang PBB di Kolut hingga 2020 lalu mencapai Rp 6 miliar lebih.

Kepala BIdang (Kabid) PBB dan BPHTB Bapenda Kolut, Abu S Sos, mengungkapkan, tunggakan piutang PBB ini nyaris terjadi di seluruh Kecamatan di Kolut. Bahkan terdapat beberapa kecamatan yang sama sekali belum manyetorkan pembayaraan PBB.

“Khusus untuk Kecamatan Lasusua rata-rata sudah di atas 50 persen. Namun ada satu kecamatan yang nol persen yaitu Kecamatan Tolala. Termasuk Kecamatan Porehu, juga masih lebih banyak desa yang belum membayar dari pada yang sudah,” jelasnya.

Abu menuturkan, penunggakan PBB ini tidak hanya terjadi di 2021 ini, sebab terdapat beberapa desa yang sejak 2020 hingga saat ini sama sekali belum melakukan pembayaran alias masih 0 persen.

Menyikapi kondisi ini, Abu mengaku, saat ini pihaknya tengah berupaya keras membenahi masalah ini, salah satunya dengan turun ke lapangan menemui langsung para wajib pajak dan pihak terkait lainnya.

“Kami bergerak hampir tidak ada jeda. Semua kepala seksi dan teman-teman staf bahu-membahu untuk membenahi masalah ini. Kadang-kadang kami turun tidak pakai SPPD, kita berusaha mamanfaatkan anggaran yang ada dengan seefektif mungkin,” ungkapnya.

Abu mengaku, salah satu faktor pemicu terjadinya tunggakan PBB ini yakni menyangkut pendataan yang masih dipersolkan oleh masyarakat dan pihak pemerintah desa.

“Menurut mereka banyak data yang tumpang tindah. Menyangkut hal ini kami sudah sampaikan kepada kepala desa (Kades) agar bersurat secara resmi ke kami, nanti kami turun melakukan pembenahan sesuai dengan SOP yang ada,” tegasnya.

Terkait pendataan ini, Abu mengaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan update data yang ditarget akan digunakan di 2022 mendatang.

“Insyaallah 2022 mendatang kita sudah gunakan data baru. Meskipun belum 100 persen namun paling tidak, sudah ada yang namanya tuntas Kecamatan yang sudah kami lakukan,” tandasnya. (r1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.