Pemprov Sulsel Dirikan Rumah Singgah Mahasiswa di Kota Kendari

1

 

Peletakan batu pertama pembagunan Rumah Singgah Mahasiswa dan Masjid Kerukunan Masyarakat Balukumba di Baruga. Foto: IST.

 

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mendirikan rumah singgah mahasiswa di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Kepada media, Ketua I Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) Sultra, Dr Bahtiar Abbas mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah mahasiswa dan pembangunan masjid Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) telah dilakukan dan dihadiri langsung Kadis Kominfo Bulukumba mewakili Bupati Bulukumba.

Sekadar diketahui, peletakan batu pertama rumah singgah mahasiswa dan masjid tersebut dirangkaikan dalam acara pengukuhan Pengurus Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2021-2026, Kamis (18/11/2021).

“Rumah singgah mahasiswa dua lantai dilengkapi dengan fasilitas. Ini akan dianggarkan di APBD Provinsi Sulawesi Selatan. Sudah peletakan batu pertama yang dihadiri Bupati Bulukumba dalam hal ini diwakili oleh Kadis Kominfo, kedua adalah Ketua Umum DPP Kerukunan Masyarakat Bulukumba, kemudian Wakil Ketua Umum DPP Bulukumba dan dihadiri juga tokoh-tokoh masyarakat,” bebernya.

Kata Bahtiar, rumah singgah mahasiswa berkapasitas 40 hingga 60 orang ini ditarget rampung Maret 2022. Pemprov Sulsel pun memberikan amanah ke Pengurus DPW Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) untuk mengelola gedung tersebut.

“Ini sudah dianggarkan oleh Pemprov Sulsel dan Insyaallah sekitar bulan dua tiga itu sudah berdiri. Kapasitasnya sekitar 40 sampai 60 mahasiswa. Dilengkapi fasilitas olahraga dan kemudian ada ruang pertemuan, cafetaria. Jadi anggaran ini Rp 3 miliar dan Insyaallah terealisasi 2022. Jadi ini bukan hanya mahasiswa Bulukumba tetapi rumah singgah bagi masyarakat Sulawesi Selatan, namun dalam hal proses menajemennya akan dikelola oleh masyarakat Bulukumba (DPW),” tambahnya.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari ini, memastikan dalam perjalanannya, akan ada pembinaan ahlaq dan pembinaan karakter bagi mahasiswa yang menempati Rumah Singgah nantinya. Waktu yang diberikan pun hanya setahun, mengigat banyaknya mahasiswa asal Sulsel yang melanjutkan pendidikan di Sultra setiap tahunnya.

“Ini polanya pola pembinaan ahlak, pembinaan karakter mahasiswa dan hanya selama satu tahun. Jadi setelah di tahun kedua dia harus pindah, akan gantikan oleh mahasiswa baru yang baru masuk. Kenapa? karena data terbaru itu, masyarakat mahasiswa yang berasal dari Sulawesi Selatan yang datang melajutkan pendidikan di Sultra, khususnya Kendari itu cukup banyak sekali. Nah kita perkirakan kemarin data awal itu dari setiap perguruan tinggi sekitar 2.000 atau 3.000 mahasiswa per tahun yang tersebar di 27 perguruan tinggi swasta ditambah dengan tiga negeri Sultra,” tutup. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.