Polres Kendari Bekuk Lima Pengedar Sabu-sabu dan Tembakau Sintetis

42

 

Kabag Ops Polres Kendari, AKP Bahtiar SSos dan Kasat Narkoba, Iptu Ridwan Koto (kaos hitam, saat memperlihatkan barang bukti hasil penangkapan. Foto: IST.

 

KENDARI – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kendari berhasil membekuk lima orang tersangka pengedar narkoba jenis tembakau sintetis dan sabu-sabu.

Mereka diamankan bersama barang bukti masing-masing seberat 0,6 gram untuk jenis tembakau sintetis dan 31,53 gram sabu-sabu.

Kelima tersangka dan barang bukti ini dihadirkan saat konferensi pers di halaman Polres Kendari yang dihadiri langsung Kabag Ops Polres Kendari, AKP Bahtiar SSos dan Kasat Narkoba, Iptu Ridwan Koto, Kamis (18/11/2021).

AKP Bahtiar mengatakan, penangkapan lima tersangka tersebar di empat TKP yakni dua di Kelurahan Punggaloba, satu di Kelurahan Bonggoeya, dan satu lagi di Kelurahan Kadia.

“Penangkapan dilakukan saat mereka sedang menunggu orderan dari pengendali. Saat ini kelima tersangka tersebut dalam proses penyidikan Satnarkoba,” ungkapnya Kepada awak media.

Atas perbuatan kelima tersangka, lanjut Bahtiar, mereka dikenakan Pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat enam tahun penjara dan paling lama seumur hidup.

“Jadi berdasarkan hasil dari penyelidikan Satnarkoba bahwa teridentifikasi bahwa satu oknum Satpam disalah satu Tempat Hiburan Malam (THM). Rata-rata mereka pengguna dan pengedar,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Kendari, Iptu Ridwan Koto, menambahkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan sistem pengedaran narkotika yang tersangka dan pengendali gunakan merupakan sistem terputus. 

“Memang sistem mereka sistem terputus, jadi mereka tidak kenal dengan pengendalinya. Dari keterangan tersangka, dia tidak tahu siapa yang mengendalikannya. Jadi tidak pernah berkomunikasi secara langsung,” beber Ridwan.

Imbalan yang mereka (tersangka, red) dapatkan pun dari pengendali bervariasi. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Imbalan pertama pakai-pakai secara gratis, kemudian per gram itu mereka dikasih Rp500 ribu sampai Rp1 juta,” ungkapnya.

Kelima tersangka ini yakni MS (21), MR (31), AAP (18), MAP (23) dan AES (31). Semuanya berjenis kelamin laki-laki. Empat orang bekerja sebagai wiraswasta dan satu orang oknum Satpam salah satu THM di Kota Kendari.

MS ditangkap pada Selasa, 26 Oktober 2021 sekira pukul 22.00 Wita di Depan Lapangan Benubenua, Jl. Dipenogoro, Kelurahan Punggaloba dengan barang bukti satu lembar lipatan kertas yang di dalamnya diduga berisikan narkoba jenis tembakau sintetis dengan berat 0,6 gram.

MR ditangkap pada Selasa, 26 Oktober 2021 sekitar pukul 23.00 Wita di Depan Rumah Makan Pekalongan, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Punggaloba dengan barang bukti tiga paket sabu-sabu dengan berat kurang lebih 0,81 gram.

AAP dan MAP ditangkap Rabu 3 November 2021 sekitar pukul 23.00 Wita di dalam rumah Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Bonggoeya dengan barang bukti sebelas paket diduga sabu-sabu dengan berat kurang lebih 13,71 gram.

Terkakhir AES ditangkap pada Selasa 9 November 2021 sekitar pukul 11.50 Wita di kamar nomor 2 Kost Biru, Jalan Mekar, Kelurahan Kadia dengan barang bukti 24 paket sabu-sabu dengan berat kurang lebih 17,01 gram.

Saat ini Satnarkoba Polres Kendari masih melakukan penyelidikan terkait jaringan kelima tersangka yang telah tertangkap. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.