Warga Woitombo dan Lambai Geruduk PT Putra Darmawan Pratama

65

 

Aksi demonstrasi warga Desa Woitombo dan Desa Lambai di PT PDP. Foto: Musafir/Rakyat Sultra.

 

LASUSUA – Puluhan warga Desa Woitombo dan Desa Lambai mendatangi kantor PT Putra Darmawan Pratama (PDP) di Dusun Lanipa, Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sabtu (27/11/2021).

Kedatangan puluhan masa yang dikoordinasi, Muhammad Nur Kusain, langsung berhadapan dengan oknum Tentara Republik Indonesia (TNI) dari Kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Dalam orasinya, Muhammad Nur Kusain, mempertanyakan adanya oknum karyawan PT PDP serta oknum TNI yang mengambil kunci kontak alat berat jenis excavator.

“Kedatangan kami untuk mempertanyakan, kenapa kunci excavator yang sedang bekerja diambil paksa, padahal excavator itu sedang membuat talut penahan ombak,” ungkap Nur Kusain.

Pria yang akrap disapa Nunu ini mengungkapkan, dua unit excavator yang bekerja tersebut, meskipun berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT PDP. Namun Ecavator ini bekerja atas permintaan warga Dusun Lanipanipa, yang meminta dibuatkan talut penahan ombak di area pekuburan.

“Area pekuburan itu berada di bibir pantai yang terdampak abrasi, sehingga kesepakatan semua warga, mereka meminta dibuatkan talut pemecah ombak,” terangnya.

Nunu menyangkan arogansi yang dilakukan manajemen PT PDP dan oknum TNI yang merampas kunci kontak alat yang sedang bekerja.

“Kami masyarakat juga mempertanyakan kehadiran TNI dari Kesatuan Kostrad di wilayah pertambangan,” tutur Nunu.

Manajemen PT PDP, Mursiding,  mengatakan pihaknya belum mengetahui soal adanya permintaan warga untuk membuat talut di area pekuburan umum masyarakat Dusun Lanipanipa.

“Ini bisa dibicarakan. Kita semua ini keluarga, jangan dipermalukan, semua bisa dibicarakan baik-baik,” ujar Mursiding.

Sementara itu Danru Kosrad, Letda Syepudin, yang juga turut menerima massa aksi, mengungkapkan keberadaan TNI di area IUP PT PDP hanya melakukan program Demplot pupuk Bios-44.

“Area yang dijalani alat berat itu merupakan lahan yang telah ditanami untuk percobaan pupuk bios-44. Sehingga kami meminta untuk sementara dihentikan kegiatan di atas lahan tersebut,” ujar Syepudin. (r1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.