Calon Kepsek Wajib Mengantongi Piagam Guru Penggerak

161

 

 

Jamuddin, S.Pd, MM

 

LAWORO – Jika sebelumnya para guru di Kabupaten Muna Barat (Mubar) menduduki jabatan kepala sekolah (Kepsek) hanya harus mengantongi sertifikat hasil dari seleksi calon kepala sekolah alias cakep, maka tahun ini, itu sudah tak berlaku lagi.

Mereka, diwajibkan ikut kompetensi lagi, melalui penjaringan guru penggerak agar bisa mendapatkan piagam. Itu merupakan syarat menjadi pimpinan di sekolah-sekolah.

Sebab, menjadi tuntutan dari pahlawan tanpa tanda jasa, agar memiliki kualitas dan integritas yang mumpuni.

Kadiknas Mubar, Jamuddin mengaku, sertifikat guru penggerak, dijadikan sebagai tiket dalam merebut posisi kepsek. Sebab, berhasil mengantongi piagam dari hasil kualifikasi, dinilai sebagai guru berprestasi, berdedikasi tinggi, serta kompeten.

“Menduduki kepsek bukan lagi harus ikut cakep. Tetapi, wajib ikut sebagai guru penggerak. Harus memiliki sertifikat. Yang sudah ikut cakep, tetap ikut guru penggerak. Dan itu, yang seleksi bukan kita dinas. Tapi kementerian langsung melalui LPMP,” kata Kadiknas Mubar, Jamuddin, diruang kerjanya, Kamis (2/12/2021).

Kata Jamuddin, untuk mengikuti guru penggerak, bukan pihaknya yang menentukan kelulusan. Melainkan, pemerintah pusat. Dan itu, setiap daerah dibatasi kuota penerimaan guru penggerak.

“Kalau dibuka seluas-luasnya ini guru penggerak, maka semua guru harus ikut. Tetapi, kementerian dia kasih kuota setiap daerah. Banyak yang mengurus disini, tapi banyak juga yang tidak lulus. Saking sulitnya mendapatkan sertifkat itu. Bahkan, ada guru di Mubar, ikut, tapi setengah perjalanan, menyatakan diri mundur. Makanya, yang lulus dari ini, tidak diragukan lagi kualitasnya,” kata Jamuddin, menerangkan.

Soal persyaratan ikut itu, Jamuddin, tak mengetahui secara pasti. Sebab, indikator penilaian semua dari Kementerian. Tapi, harus guru berprestasi.

“Januari tahun depan, kalau tidak ada halangan, ada lagi perekrutan. Kita dinas hanya memberikan semangat, motivasi dan pendampingan pada guru-guru yang berminat ikut. Karena harapan kami, guru-guru yang lulus, bisa menjadi garda peningkatan mutu pendidikan. Apalagi, dalam meraih itu, mental teruji,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekdis Diknas, Sudarmawan mengatakan, untuk tahun 2021, yang lulus sebagai guru penggerak ada 18 orang. Tapi, dari jumlah itu, tidak ada dari kepsek. Hanya memang, untuk menduduki jabatan kepsek, harus mengantongi piagam guru penggerak.

Tetapi, berkaitan dengan guru ditempatkan sebagai kepsek, dinas menunggu revisi Permendikbud nomor 6 tahun 2018.

“Yang berhasil lulus, bukan saja bisa menjadi kepsek, tapi bisa jadi instruktur maupun pengawas sekolah,” tandasnya. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.