“FIB UHO Komitmen Kembangkan Kesenian & Tradisi Sultra”

36
Foto bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra bersama Dekan FIB UHO Akhmad Marhadi (tengah) . 

KENDARI,rakyatsultra.com- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) berkomitmen mengembangkan kesenian dan tradisi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu disampaikan Dekan FIB UHO Kendari, Akhmad Marhadi usai menjadi pemateri pada Workshop Pengembangan Ekonomi Kreatif Subsektor Seni Pertunjukan dalam rangka Promosi Wisata Budaya di Sultra.

Workshop tersebut berlangsung di Hotel Istana Tolaki, Jl Martandu Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Senin (6/12/2021).

Ia memberikan materi kepada 40 peserta workshop tentang Kebijakan Universitas Halu Oleo berkaitan dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, ia juga menyampaikan materi komitmen Fakultas Ilmu Budaya UHO dalam mengembangkan kesenian dan tradisi di Sulawesi Tenggara.

“Kita akan terus berkolaborasi melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Dinas Pariwisata. Sehingga komitmen kita semua ini menjadi langkah awal untuk terus berbenah,” kata Akhmad.

Menurutnya kegiatan tersebut sangat luar biasa dan sudah seharusnya diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Sultra.

Ia mengatakan pihaknya akan terus berkolaborasi melanjutkan kegiatan yang sudah dikerjakan dan dimulai Dinas Pariwisata Sultra.

Akhmad yakin dengan komitmen yang terus dipegang dan mencanangkan workshop seperti ini, maka di masa depan bisa melahirkan format tepat tentang pengembangan industri ekonomi kreatif di Sultra.

Tentunya, pengembangan kebudayaan itu dikembangkan secara bersama baik sebagai akademisi, praktisi, pemerintah maupun masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UHO Kendari, Gelar Pentas Seni, Puisi, Drama dan Stand Up

“Karena itu bukan menjadi tanggung jawab salah satu instansi tetapi tanggung jawab bersama untuk melihat format yang ideal atas pengembangan ekonomi kreatif maupun kegiatan lainnya tentang kebudayaan di Sultra,” ucapnya.

Sehingga diharapkan pengembangan ekonomi kreatif kebudayaan di Sultra bisa atau mampu sejajar dengan kebudayaan lainnya yang ada di Indonesia.

Akhmad Marhadi juga menyampaikan jika FIB UHO siap menjadi fasilitator untuk pengembangan tersebut.

Karena pihaknya juga telah melakukan beberapa pengembangan yang didukung melalui kurikulum, dan masukan para alumni.

Hanya saja, ia mengaku hingga saat ini pihaknya belum menemukan format yang tepat untuk kegiatan seni pertunjukan.

Baca juga: Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Genjot Pengembangan Wisata Wakatobi, Libatkan Stakeholder

“FIB UHO ini selama tujuh tahun berdiri masih mencari format, tanggung jawab ini bukan hanya tanggung jawab FIB UHO sebagai fasilitator,” kata dia.

“Misalnya kegiatan seni pertunjukan termasuk drama literasi yang ada di FIB UHO memang setiap tahun dilakukan tapi belum ada format yang jelas,” jelasnya.

Ke depan FIB UHO akan melibatkan seluruh penggerak, media, pelaku seni, praktisi seni, praktisi kebudayaan dan para maestro bersama mewujudkan kegiatan seni pertunjukan maupun literasi dan lainnya.

“Karena tanpa mereka tidak mungkin kita mensosialisasikan hal ini ke masyarakat Sultra pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya tentang kebudayaan di Sultra,” ucapnya.

Ia berharap kepada para peserta yang telah mengikuti workshop ini bisa berpartisipasi dan berkomitmen bersama mencari format yang ideal dalam hal pengembangan seni pertunjukan ini.

Baca juga: Kepala Bank Indonesia Sultra Sebut Sinyal dan Transportasi Jadi Kendala Wisatawan di Wakatobi

Kata dia, Dinas Pariwisata Sultra dan FIB UHO bisa menjadi fasilitator untuk para pelaku seni termasuk para penggerak.

Sebab tanpa dorongan dan kolaborasi dari semua pihak, maka pengembangan ini tidak akan terjadi.

“Apa yang akan kita lakukan di FIB UHO bisa menjadi format, dan para penggerak ini dapat kita fasilitasi dalam kegiatan atau event besar yang akan dilaksanakan di Sultra nantinya,” tutupnya. (ags)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.