IPSI Konawe Kirim Satu Atlet Pencak Silat Latihan di Padepokan Solo Raya

224

 

Widy saat menjuarai Pekan Olahraga Pelajaran Daerah (POPDA) Tahun 2021

 

UNAAHA – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Cabang Konawe mengirim satu atlet terbaik untuk berlatih di Padepokan Solo Raya. Dia adalah Ocvi Widyastuti atau yang dikenal dengan sebutan Widy.

Ia merupakan putri pasangan dari Sarpin dan Sunain warga Kelurahan Tobeu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pelatih Pengurus Cabang (Pengcab) IPSI Konawe, Haryono mengatakan dipanggilnya Widy  untuk latihan di Padepokan Solo Raya karena beberapa prestasi yang dia raih.

“Widy sudah berangkat ke Solo pada Sabtu 4 Desember 2021. Di sana, Widy akan dilatih langsung oleh dr Romi Saifullah yang merupakan pelatih nasional Asian Games (pelatih timnas Indonesia),” ungkap Haryono, Minggu (5/12/2021).

Sejak dibina oleh Haryono, bakat Widy semakin terasah. Terbukti , saat mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2019 di Kota Kendari, berhasil meraih juara tiga.

Selanjutnya Widy yang saat itu masih pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mampu meraih juara satu pada kejuaraan Kemenpora Tamalaki Cup 2019 di Kabupaten Konawe.

Kemudian, saat mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) seleksi untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (Popnas) tahun 2021 di Palembang, lagi-lagi Widy berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan meraih juara pertama mengalahkan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).

“Pada perhelatan Popda, Widy berhasil mengalahkan Atlet PPLP. Dimana, atlet PPLP ini dibiayai oleh negara langsung dari Kemenpora baik uang saku, makan minum dan lain lain. Sedangkan Widy sendiri hanya mendapat dukungan dari orang tua dan pelatih. Dengan prestasi tersebut, Romi Saifullah tertarik untuk melatih Widy di Solo,” beber Haryono.

Selain Widy, lanjut Haryono, Kabupaten Konawe punya potensi atlet silat terbaik. Hanya kesempatan bertanding di daerah yang masih kurang, bahkan untuk mengikuti pertandingan ke kancah nasional.

Terbukti pada 2018 lalu, saat IPSI Konawe mengutus empat orang atlet murni dari Konawe pada tingkat nasional tepatnya di Purwokerto, Jawa Tengah berhasil meraih dua medali, yakni satu medali perak dan satunya perunggu.

“Potensi atlet pencak silat di Konawe ini sebenarnya sangat besar, hanya kita terbatas masalah anggaran,” katanya.

“Widy ini selama berlatih di Solo itu biayanya ditanggung secara swadaya, baik dari orang tua dan para pelatih. Apalagi orang tuanya ini sangat mendukung anaknya,” sambungnya.

Ke depan, Hartono berharap kepada Pemerintah Kabupaten Konawe untuk melihat atau memperhatikan cabor olahraga pencak silat.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Pengcab IPSI Konawe, Raslan S.Sos. M.H, menyampaikan, semoga IPSI Konawe tetap mempertahankan prestasi dari hari sebelumnya. Karena potensi atlet silat di Konawe cukup besar.

Kata dia, hanya kesempatan dan dukungan dari pemerintah setempat yang masih kurang. Sehingga untuk mengorbit para atlet silat ini ke tingkat nasional ini sangat minim karena terkendala biaya atau support dari pemerintah setempat. 

“Contoh, Atlet Pebulutangkis Nasional asal Konawe Apriani, kalau dia tidak ke Jawa mana mungkin bisa bermain di tingkat dunia. Kita berharap Widy bisa mengikuti jejak Apriani. Semoga dia bisa berkembang di sana. Karena target kita dia bisa bermain di tingkat nasional bahkan dunia,” pungkas Raslan. (cr2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.