Kejati: Kadis ESDM Sultra Tersangka Baru Kasus Toshida

102
Suasana jumpa pers terkait penetapan tersangka baru kasus Toshida oleh Kejati Sultra.

KENDARI,rakyatsultra.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan penetapkan Kepala Dinas (Kadis) Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Sultra Ir. Andi Azis sebagai tersangka baru, pada Senin (6/12).

Andi terjerat dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan kawasan hutan dengan persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) PT. Toshida Indonesia.

Turut hadir dalam penetapan itu Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra Setiawan Chaliq, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra Noeradi, Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Kejati Sultra Sugiatno Migano, dan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra Dody.

“Hari ini kita akan melakukan konferensi pers terkait dengan adanya tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana penyalahgunaan kawasan hutan dalam persetujuan RKAB. Tim penyidik sepakat menetapkan tersangka baru, dalam pengembangan penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengunaan kawasan hutan dan persetujuan RKAB PT. Toshida Indonesia,” ungkap Aspidsus Kejati Sultra Setiawan Chaliq, Senin (6/12).

Tersangka baru berinsial Ir. AA, sebutnya ditetapkan setelah terpenuhinya dua alat bukti yang cukup, dan sudah melalui mekanisme laporan perkembangan penyidikan, dan kemudian ditindaklanjuti dengan ekspose dengan penyidik yang dihadiri pemangku kepentingan di Kejati Sultra.

“Adapun perannya selaku Kepala Dinas ESDM Sultra yang mengeluarkan RKAB. Jadi tersangka mengeluarkan persetujuan RKAB, untuk tahunnya sejak 2019 dan 2021. Jadi tersangka sebelumnya sudah kami panggil, sebagai saksi sudah berulang kali. Tapi untuk pemanggilan sebagai tersangka masih akan kami jadwalkan, sebelumnya kita sudah memeriksa saksi-saksi yang lain terkait dengan spindik khusus atas nama tersangka,” ujarnya.

Terkait penahanan terhadap tersangka, Aspidsus mengatakan bahwa pihaknya masih akan merapatkannya.

“Kita tidak bisa berandai-andai, nanti kalau sudah dijadwalkan pemanggilannya, tentunya akan dilakukan pemeriksaan. Kita akan mengambil pendapat dari penyidik, dan nanti akan kita rapatkan dan diskusikannya,” tandasnya.

Sementara itu, Asintel Kejati Sultra Noeradi mengatakan terkait penahanan tersangka tergantung pendapat penyidik sesuai pasal 21 Kitab Hukum Acara.

“Jadi yang dimaksud dalam hukum acara tersebut, kira-kira terhadap pelaku atau tersangka ini dikhawatirkan tidak akan melarikan diri atau tidak. Yang kedua dia nanti mempunyai potensi untuk menghilangkan alat bukti atau barang bukti,” ujarnya.

“Jadi kita tahu yang bersangkutan adalah ASN, jadi mungkin kecil kemungkinannya kalau melarikan diri, tapi untuk dua alasan lainnya kita juga nanti minta pertimbangan hakim,” pungkasnya.
Tersangka sendiri akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 dan pasal 3 UU 31/1999. (FNN)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.