Pelaku Usaha di Mubar Dikenalkan Cara Peningkatan Produksi 

134

 

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) gelar sosialisasi Pengembangan Produktifitas Kegiatan Usaha Perempuan dalam Upaya Peningkatan Kualitas Keluarga di desa Lombu Jaya, Sawerigadi, Kamis (2/12). Terlihat, Kepala DPPKBP3A La Ode Andi Muna, S.Sos,M.Si (tiga dari kanan) dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Takari Abdullah, (tiga dari kiri). Foto: Erik/Rakyat Sultra.

 

LAWORO-Pengembangan produktifitas kegiatan usaha perempuan dalam upaya peningkatan kualitas keluarga kini dijajaki Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Muna Barat (Mubar).

Kegiatan berbalut sosialisasi itu, menyasar pelaku usaha perempuan. Itu maksudkan, agar hasil produksi mampu menguasai pasar.

Dalam kegiatan itu, DPPKBP3A menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang juga sebagai leading sektor penanganan pengembangan UKM.

Kepala DPPKBP3A La Ode Andi Muna mengatakan, langkah yang dilakukan sebagai penguatan pelaku usaha bagi kelompok keluarga. Artinya, jenis usaha yang dijalani para perempuan, bisa berkembang maju seperti sebelum-sebelumnya.

“Sasarannya memang, para perempuan bisa berdaya dalam mengembangkan kreatifitas dan keterempilan mereka. Dan ini untuk mendukung kegiatan usaha dalam peningkatan kesejahteraan,” kata Kepala DPPKBP3A, La Ode Andi Muna, saat ditemui, dua hari lalu.

Ia mengaku, dengan adanya pengetahuan peningkatan produktifitas, ada asas manfaat yang dicapai. Sebab, pemerintah berharap program pemberdayaan perempuan bisa maksimal dan optimal.

“Dalam peningkatan ekonomi, ada delapan fungsi keluarga. Yaitu, agama, kasih sayang, perlindungan, sosial budaya, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Yang kita jalankan, fungsi ekonomi. Karena ini, menopang kehidupan keluarga yang berkualitas,” terang mantan Kepala Kesbangpol Mubar ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Takari Abdullah, pemberdayaan perempuan sangat penting. Akan tetapi, perempuan khususnya emak-emak, mengedepankan nilai etika, keteladanan, kejujuran dan enterpreuneur.

Kemudian, dalam menjalankan usaha, tentunya harus melihat peluang berdasarkan keunggulan lokal atau regional.

“Itu yang harus dikedepankan. Melihat peluang agar hasil produksi bisa memiliki daya saing,” terang Kepala Koperasi dan UKM, Takari Abdullah, dalam menyampaikan materi.

Di tempat yang sama, salah satu pelaku usaha yang mengikuti kegiatan itu, Wa Ode Rasia mengaku, dengan adanya kegiatan ini, bisa lagi memotivasi dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Tetapi, pemerintah juga harus berperan menyiapkan fasilitas kebutuhan para pelaku usaha.

“Saya ini dari Kambara. Saya usaha kerajinan, menganyam. Seperti tudung saji dan lainnya. Kita bikin sesuai pesanan. Sudah lama kita tekuni. Karena corono, terhenti. Mudah-mudahan, ada perhatian pemerintah,” kata Wa Ode Rasia.

Dalam kegiatan itu, ada enam kecamatan yang ikut andil. Ada dari Kusambi, Napano Kusambi, Tikep, Tiworo Tengah, Barangka dan Lawa. Sementara, enam kecamatan lainnya, bakalan menyusul. Dalam pertemuan itu, kelompok usaha yang ada didominasi pengrajin tenun. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.