Pemkab Konut Resmi Terima Pengelolaan TPAS yang Dibangun BPPW Sultra

67
Pemkab Konut dan BPPW Sultra mengunjungi  dan meninjau TPAS yang dibangun di Desa Tangguluri, Kecamatan Asera, Rabu (1/12/2021).

 

WANGGUDU- Pemkab Konawe Utara melalui Wakil Bupati (Wabup), H. Abuhaera resmi menerima pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tenggara (BPPW Sultra), di Desa Tangguluri, Kecamatan Asera, Rabu, (1/12/ 2021)

Penyerahan pengelolaan TPAS kepada Pemda Konut diserahkan oleh Kepala BPPW Sultra Ditektur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI I Wayan Krisna Wardana

Turut hadir dalam penyerahan itu Forkopimda Konut, Sekda Konut H. M. Kasim Pagala, asisten, staf ahli, sejumlah Pimpinan OPD Konut, Kabag, dan Camat Asera.

Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di sekitar area TPAS dalam rangka memperingati hari bakti PU ke-76.

Wabup H. Abuhaera mengatakan, Konut adalah salah satu daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi dan peduduk yang cukup pesat. Hal ini memicu terjadinya peningkatan kegiatan jasa, industri, bisnis, dan sebagainya, sehingga mendorong terjadinya peningkatan sampah.

“Berdasarkan data estimasi laju pertumbuhan penduduk Konut pada akhir 2019 dengan jumlah 68.515 jiwa, kepadatan penduduk 13.4 Km3, pertumbuhan penduduk 1,07 %. Dari data ini dapat diperkirakan jumlah sampah yang ditimbulkan yaitu sekira 32,13 ton dalam sehari,” urainya.

Olehnya itu, Abuhaera menyambut baik hadirnya TPAS di Konut, kerena menurutnya, dengan hadirnya fasilatas TPAS dapat memacu pengelolaan sampah di Konut dalam rangka mencapai target pengurangan dan penanganan sampah

“Pemkab Konut meyambut baik hadirnya TPAS ini. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden RI Nomor 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnys,” katanya.

Sementara, itu Kepala BPPW Sultra Ditektur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, I Wayan Krisna Wardana, mengatakan, pengelolaan TPAS ini, akan menerapkan sistem sanitary landfill pada Tempat Pengolahan Akhir (TPA).

Sistem atau metode sanitary landfill merupakan sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

“Setelah pengelolaan TPAS ini diserahterimakan, kami berharap semoga bisa dimanfaatkan dengan baik sesuai SOP,” terangnya. (p3/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.