Terdakwa Kasus Suami Bunuh Istri di Kolut Dituntut 10 Tahun Penjara

37
Teguh Imanto SH M Hum.

 

LASUSUA – Masih  ingat kasus seorang suami, Rusman alias Emmang (34), yang menghabisi nyawa istrinya sendiri, Fitriani (29)?

Proses hukum kasus yang terjadi di Desa Tobaku, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) itu, kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kolut.

Dalam persidangan yang digelar Selasa (30/11/2021) dengan agenda pembacaan materi tuntutan Jaksa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolut, menuntut terdakwa dengan tuntutan 10 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kolut, Teguh Imanto SH M Hum, menegaskan, tuntutan 10 tahun penjara yang dikenakan kepada terdakwa, sudah sesuai dengan fakta persidangan.

“Dalam proses persidangan, JPU menemukan adanya fakta-fakta yang memberatkan dan meringankan terdakwa,” ujar kajari.

Adapun fakta yang meringankan terdakwa, ungkap Kajari, di antaranya, terdakwa secara kooperatif menjelaskan perbuatnnya di depan persidangan dengan tidak berbelit-belit, dan terdakwa juga bukan merupakan seorang residivis.

Selain itu, lanjut Kajari, hal yang juga patut mendapat perharian yakni, kondisi keluarga terdakwa yang saat ini masih memiliki 2 anak usia balita, yang masih sangat membutuhkan figur seorang ayah.

“Untuk fakta yang memberatkan sudah jelas, akibat perbuatan terdakwa telah menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” jelasnya.

Kajari menambahkan, dalam persidangan sebelumnya, dalam materi dakwaan JPU, terdakwa didakwa melanggar pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman pidana selama 15 tahun penjara.

“Karena kasus ini terjadi dalam lingkup keluarga dan tinggal dalam satu rumah, maka kami dakwakan dengan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah tangga,” pungkas Kajari.

Proses persidangan kasus ini akan kembali dilanjutkan pekan depan, Selasa (7/12/2021) dengan agenda pembacaan pledoi alias nota pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, kasus ini terungkap berawal dari ditemukannya sepasang suami istri yang tergeletak bersimbah darah di dalam kamar pribadi mereka. Saat itu, sang istri, Fitriani yang berprofesi sebagai seorang guru honorer TK, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dengan 2 luka tusukan benda tajam di bagian perut.

Sementara suaminya Rusman, yang bekerja sebagai honorer di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kolut, ditemukan dalam keadaan kritis, dengan 5 luka tusukan benda tajam di bagian perut. Namun nyawa Rusman bisa diselamatkan setelah warga setempat segera melarikan Rusman ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa hari berselang, polisi akhirnya berhasil mengungkap, ternyata pelaku yang menghabisi nyawa Fitriani, tidak lain adalah suaminya sendiri. Setelah menghabisi nyawa istrinya, pelaku Rusman kemudian mencoba menghabisi nyawanya sendiri. (r1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.